Senin, 28 Februari 2011

Kesustraan (IBD)

Dyna Novia
1ia16
52410231

PENERIMAAN

Kalau kau mau kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati

Aku masih tetap sendiri

Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi

Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani

Kalau kau mau kuterima kembali
Untukku sendiri tapi

Sedang dengan cermin aku enggan berbagi. 


puisi karya Chairil Anwar
Maret 1943
di ambil dari Wikipedia

SENJA DI PELABUHAN KECIL
buat: Sri Ajati

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
 


karya Chairil Anwar
tahun 1946 

Senin, 21 Februari 2011

Budaya Indonesia yang saya tidak sukai

Dyna Novia
52410231
1IA16
Ilmu Budaya Dasar

Budaya Membuang Sampah Sembarangan

Kebersihan adalah pangkal kesehatan dan kebersihan adalah sebagian dari iman. Slogan itu tentu saja sudah tidak asing lagi bagi kita. Dalam lingkungan masyarakat, kebersihan merupakan upaya manusia untuk memelihara diri dan lingkungannya dari segala jenis sampah, dalam rangka mewujudkan dan melestarikan kehidupan yang sehat dan nyaman. Kebersihan lingkungan merupakan syarat bagi terwujudnya kesehatan, dan sehat adalah salah satu faktor yang dapat memberikan kebahagiaan. Sebaliknya sampah yang berserahkan tidak saja merusak keindahan tetapi juga dapat menyebabkan akan tersumbatnya saluran air, yang dapat menimbulkan banjir. Di samping itu sampah juga dapat menimbulkan berbagai penyakit, dan sakit merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan penderitaan.
Pada dasarnya kebersihan merupakan tanggung jawab kita bersama sebab kebersihan berpengaruh besar terhadap dampak lingkungan. Kebersihan lingkungan adalah suatu keadaan dimana lingkungan tersebut layak untuk ditinggali manusia, dimana keadaan kesehatan manusia secara fisik dapat terjaga. Jadi lingkungan yang bersih akan menjadikan tempat tinggal kita indah, nyaman dan sehat. Berbicara tentang kebersihan lingkungan tidak lepas dari masalah sampah.
Pertambahan jumlah penduduk, perubahan pola konsumsi, dan gaya hidup masyarakat telah meningkatkan jumlah timbulan sampah, jenis, dan keberagaman karakteristik sampah. Meningkatnya daya beli masyarakat terhadap berbagai jenis bahan pokok dan hasil teknologi serta meningkatnya usaha atau kegiatan penunjang pertumbuhan ekonomi suatu daerah juga memberikan kontribusi yang besar terhadap kuantitas dan kualitas sampah yang dihasilkan.
Membuang sampah hanya hal sepele tapi maknanya esensial sekali, bahwa dengan membuang sampah pada tempatnya sesungguhnya membawa kita kepada sebuah sikap untuk selalu melakukan pekerjaan dengan benar dan bertindak sesuai dengan apa yang seharusnya kita lakukan.
Budaya membuang sampah sembarangan juga menjadi trend masayarakat sekarang ini, apakah ini sudah menjadi kebiasaan, ataukah memang sarana dan prasarana yang sudah ada kurang memadai. Efek daripada pembuangan sampah sembarangan terus berlangsung akan menganggu lingkungan pemukiman yang kotor dan tidak nyaman, alur air sungai tersendat serta kesehatan masyarakat akan ternganggu. Mereka menganggap remeh tentang artinya kelestarian dan keseimbangan alam demi kesinambungan kehidupan. Jikalau banjir datang, masyarakat selalu menyalahkan pemerintah padahal hal ini tentu saja kesalahan diri kita sendiri yang tidak peduli terhadap lingkungan.
Dalam rangka penelitian budaya buang sampah sembarangan yang bertujuan untuk mendorong masyarakat sadar akan kebiasaan tidak terpuji tersebut menjadi budaya malu bila buang sampah sembarangan. Pada gilirannya masyarakat akan memetik hasilnya dari peningkatan kebersihan lingkungan dengan kwalitas kesehatan yang baik menuju masyarakat yang sejahtera. Mencermati fenomena masyarakat membuang sampah sembarangan maka diperlukan penanganan khusus bagi masyarakat untuk menyadarkan. Hal tersebut mungkin pemda perlu koordinasi dengan aparat desa untuk mengadakan penyuluhan dan pembelajaran hidup sehat dan terbiasa dengan membuang sampah pada tempatnya.

Plug compatible

Plug compatible
A plug-compatible machine is one that has been designed to be backwards compatible with a prior machine. In particular, a new computer system that is plug-compatible has not only the same connectors and protocol interfaces to peripherals, but also runs the same CPU software as the old system. A plug compatible manufacturer or PCM is a company that makes such products. The term was originally applied to manufacturers who made replacements for IBM peripherals and later IBM mainframes.
The term may also be used to define replacement criteria for other components available from multiple sources. For example, a plug-compatible cooling fan may need to have not only the same physical size and shape, but also similar capability, run from the same voltage, use similar power, attach with a standard electrical connector, and have similar mounting arrangements. Some non-conforming units may be re-packaged or modified to meet plug-compatible requirements, as where an adapter plate is provided for mounting, or a different tool and instructions are supplied for installation, and these modifications would be reflected in the bill of materials for such components. Similar issues arise for computer system interfaces when competitors wish to offer an easy upgrade path.
One notable example on a grand scale is the Amdahl 470 mainframe computer which was plug-compatible with the IBM System 360 and 370, costing millions of dollars to develop. An IBM customer could literally remove the 360 or 370 on Friday, install the Amdahl 470, attach the same connectors from the peripherals to the channel interfaces, and have the new mainframe up and running the same software on Sunday night. Unfortunately, system status indicators for operators of the new system were very different, which introduced a learning curve for operators and service technicians. Similar systems were available from Fujitsu and Hitachi, and there were a wide variety of companies providing disk subsystems, including Memorex and Storage Technology Corporation.
In general, plug-compatible systems are designed where industry or de facto standards have rigorously defined the environment, and there is a large installed population of machines that can benefit from third-party enhancements. Plug compatible does not mean identical replacement. However, nothing prevents a company from developing follow-on products that are backwards compatible with its own early products.
One recurring theme in plug-compatible systems is the ability to be bug compatible as well. That is, if the forerunner system had software or interface problems, then the successor must have (or simulate) the same problems. Otherwise, the new system may generate unpredictable results, defeating the full compatibility objective. Thus, it is important for customers to understand the difference between a "bug" and a "feature", where the latter is defined as an intentional modification to the previous system (e.g., higher speed, lighter weight, smaller package, better operator controls, etc).

Sebuah mesin plug-kompatibel adalah salah satu yang telah dirancang agar kompatibel dengan mesin sebelumnya. Secara khusus, sebuah sistem komputer baru yang plug-kompatibel tidak hanya konektor yang sama dan protokol interface untuk peripheral, tetapi juga menjalankan perangkat lunak CPU yang sama dengan sistem lama. Sebuah pabrik plug kompatibel atau PCM adalah perusahaan yang membuat produk tersebut. Istilah ini awalnya diterapkan pada produsen yang membuat pengganti untuk periferal IBM dan kemudian mainframe IBM Sebuah mesin plug-kompatibel adalah salah satu yang telah dirancang agar kompatibel dengan mesin sebelumnya. Secara khusus, sebuah sistem komputer baru yang plug-kompatibel tidak hanya konektor yang sama dan protokol interface untuk peripheral, tetapi juga menjalankan perangkat lunak CPU yang sama dengan sistem lama. Sebuah pabrik plug kompatibel atau PCM adalah perusahaan yang membuat produk tersebut. Istilah ini awalnya diterapkan pada produsen yang membuat pengganti untuk periferal IBM dan kemudian mainframe IBM.
Istilah ini juga dapat digunakan untuk menentukan kriteria pengganti untuk komponen lain yang tersedia dari berbagai sumber. Misalnya, kipas pendingin plug-kompatibel mungkin perlu tidak hanya ukuran fisik yang sama dan bentuk, tetapi juga kemampuan yang sama, jalankan dari tegangan yang sama, menggunakan tenaga yang sama, pasang konektor listrik dengan standar, dan memiliki pengaturan pemasangan serupa. Beberapa unit yang tidak sesuai dapat dikemas ulang atau dimodifikasi untuk memenuhi persyaratan plug-kompatibel, sebagai mana plat adaptor ini disediakan untuk mounting, atau alat yang berbeda dan instruksi yang disediakan untuk instalasi, dan modifikasi ini akan tercermin dalam bill of bahan untuk komponen tersebut. Masalah serupa muncul untuk antarmuka sistem komputer ketika pesaing ingin menawarkan jalur upgrade yang mudah.
Salah satu contoh yang terkenal dalam skala besar adalah Amdahl 470 mainframe komputer yang plug-kompatibel dengan IBM System 360 dan 370, biaya jutaan dolar untuk mengembangkan. Sebuah pelanggan IBM harfiah bisa menghilangkan 360 atau 370 pada hari Jumat, instal Amdahl 470, pasang konektor yang sama dari peripheral ke antarmuka saluran, dan memiliki mainframe baru dan menjalankan perangkat lunak yang sama pada hari Minggu malam. Sayangnya, indikator status sistem untuk operator sistem baru sangat berbeda, yang memperkenalkan kurva pembelajaran bagi operator dan teknisi servis. Sistem serupa yang tersedia dari Fujitsu dan Hitachi, dan ada berbagai perusahaan yang menyediakan subsistem disk, termasuk Memorex dan Storage Technology Corporation.
Secara umum, sistem plug-kompatibel dirancang dimana industri atau de facto standar yang ketat ditentukan lingkungan, dan ada dipasang besar populasi mesin yang bisa mendapatkan keuntungan dari tambahan pihak ketiga. Plug kompatibel tidak berarti penggantian identik. Namun, tidak ada yang mencegah perusahaan dari pengembangan lanjutan pada produk yang kompatibel dengan produk sendiri awal.

Satu tema yang berulang dalam sistem plug-kompatibel adalah kemampuan untuk menjadi bug yang kompatibel juga. Artinya, jika sistem pendahulu memiliki masalah perangkat lunak atau interface, maka harus memiliki pengganti (atau simulasi) masalah yang sama. Jika tidak, sistem baru dapat menghasilkan hasil yang tak terduga, mengalahkan tujuan kompatibilitas penuh. Dengan demikian, penting bagi pelanggan untuk memahami perbedaan antara "bug" dan "fitur", di mana yang terakhir ini didefinisikan sebagai modifikasi yang disengaja pada sistem sebelumnya (misalnya, kecepatan tinggi, berat ringan, paket kecil, kendali yang lebih baik , dll).
Simak
Baca secara fonetik




Jumat, 18 Februari 2011

Budaya Indonesia yang saya sukai

Dyna Novia
52410231
1IA16

Budaya Batik

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya “Batik Cap” yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak “Mega Mendung”, dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.

Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta .
Batik Cirebon bermotif mahluk laut.


Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.
Batik dipakai untuk membungkus seluruh tubuh oleh penari Tari Bedhoyo Ketawang di keraton jawa.


Musik Keroncong
Perkembangan kesenian music keroncong berawal pada saat Portugis masuk ke Indonesia. Sebuah jenis alat music Portugis yang disebut Fado memiliki kaitan dengan Keroncong. Awalnya Keroncong dimainkan oleh para Budak bersama dengan prajurit Portugis. Awalnya Keroncong disebut Moresco. Moresco adalah music dengan iringan biola, ukulele dan selo. Musik yang diiringi oleh alat music dawai. Bila kita mengacu pada budaya Betawi, kita juga dapat menemukan Keroncong Tugu. Keroncong Tugu juga meruapakan salah satu Kesenian Betawi yang popular selain Tanjidor.
Perpaduan keroncong dan gamelan semakin memberi warna pada budaya keroncong. Dipergunakannya seruling sebagai komponen gamelan dan cello merupakan sebuah improvisasi yang semakin memperindah keroncong. Tanpa pengembangan dan perbaikan, sebuah seni musik tidak akan mampu bertahan.
Usaha untuk mengembangkan music keroncong juga dilakukan dengan memasukkan alat music lain seperti gong, gendang, kenong, saron, suling bamboo dan rebab. Ukulele dan bas adalah alat music ritem yang memberikan latar belakang music untuk menimbulkan suasana khas kerongcong. Sedangkan Gitar dan Cello digunakan sebagai petunjuk akord. Melodi dimainkan oleh biola. Ukulele dibedakan menjadi dua yaitu ukulele duk dan ukulele cak. Ukulele cuk adalah ukulele atau sejenis gitar berdawai tiga. Dawai yang digunakan berjenis nilon. Untuk Ukulele Caj, dawai yang digukan adalah baja sebanyak 4 buah dawai. Urutan nada pada ukulele Cuk adalah G-B-E. Sedangkan untuk Ukulele Cak, nada yang digunakan adalah A-D-Fis dan B. Alat music lainnya yang digunakan adalah biola. Biola dalam hal ini digunakan untk mengganti kan Rebab sedangkan penggunaan Flute adalah untuk menggantikan Suling Bambu. Bila pada sebuah kesempatan pagelaran Keroncong, ternyara tidak terdapat ukulele, maka musisi keroncong dapat menggunakan gitar akustik. Telah disebutan diatas bahwa Gong juga diperlukan dalam bermusik Keroncong, Namun kontra bass juga dapat digunakan.